Hari ini aku menulis lagi tentangmu. Entah sudah berapa lembar kertas yang ku habiskan untuk merangkai kata-kata merindu. Sudah tak terhitung lagi. Bahkan aku sudah tak tahu apa saja yang kutulis disana. Kurasa semua sama, puisi-puisi mengharu biru. “Ah sudahlah..” Kini aku sudah bosan dengan ketas-kertas itu. Ia tak menjanjikan apa-apa. Toh nyatanya kamu tak pernah ingtahu ingin tahu apa-apa tentangku. Hujan menyambutku pagi ini. Ini benar-benar momen yang ku tunggu. Hujan yang selalu ku anggap sebagai teman setia memang selalu mampu meredam setiap kegalauan yang melanda. “Oh, hujan kau datang lagi di saat aku membutuhkanmu.” Trimakasih hujan. Kertas-kertas itu sudah tak berguna lagi. Ku kumpulkan semua tumpukan kertas yang berisi puisi-puisi untuk orang yang sama itu. Ya, puisi untukmu manisku… Tapi hari ini hatiku bebas, takkan ku belenggu lagi hatiku dengan harapan-harapan semu ingin bersamamu. Takkan lagi. Hatiku sudah terlalu lelah menunggu. Dan sekarang biarlah cintaku sekedar menjadi cinta dalam kertas.
Saturday, 28 July 2012
Hari ini aku menulis lagi tentangmu. Entah sudah berapa lembar kertas yang ku habiskan untuk merangkai kata-kata merindu. Sudah tak terhitung lagi. Bahkan aku sudah tak tahu apa saja yang kutulis disana. Kurasa semua sama, puisi-puisi mengharu biru. “Ah sudahlah..” Kini aku sudah bosan dengan ketas-kertas itu. Ia tak menjanjikan apa-apa. Toh nyatanya kamu tak pernah ingtahu ingin tahu apa-apa tentangku. Hujan menyambutku pagi ini. Ini benar-benar momen yang ku tunggu. Hujan yang selalu ku anggap sebagai teman setia memang selalu mampu meredam setiap kegalauan yang melanda. “Oh, hujan kau datang lagi di saat aku membutuhkanmu.” Trimakasih hujan. Kertas-kertas itu sudah tak berguna lagi. Ku kumpulkan semua tumpukan kertas yang berisi puisi-puisi untuk orang yang sama itu. Ya, puisi untukmu manisku… Tapi hari ini hatiku bebas, takkan ku belenggu lagi hatiku dengan harapan-harapan semu ingin bersamamu. Takkan lagi. Hatiku sudah terlalu lelah menunggu. Dan sekarang biarlah cintaku sekedar menjadi cinta dalam kertas.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








No comments:
Post a Comment